GIZI BURUK HARUS DIPERLAKUKAN SEBAGAI KEJADIAN LUAR BIASA

GIZI BURUK HARUS DIPERLAKUKAN SEBAGAI KEJADIAN LUAR BIASA
Gizi.net – Seharusnya setiap Pemda mengetahui masalah yang dihadapi daerahnya.

Jakarta- Untuk mengantisipasi kedaruratan gizi didaerah pascakonflik, pascabencana alam, daerah kantong kemiskinan, dan daerah terpencil, pemerintah membentuk pusat informasi terpadu tentang kedaruratan gizi. Pusat informasi itu berada di tingkat Propinsi dan Kabupaten dibawah koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Hal itu dikatakan Deputi Koordinasi Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dr. Farid Husain, usai rapat koordinasi kebijakan pemantapan sistem peringatan dini rawan gizi akibat musim kemarau berkepanjangan di Jakarta, Rabu (1/5).

Farid Husain mengatakan, pusat informasi itu mencakup berbagai sektor terkait seperti kesehatan, sosial, pertanian. Penggerak PKK (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga). Untuk tingkat pusat, pusat informasi itu koordinasi kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.

Selama ini informasi terpadu tentang kedaruratan gizi masyarakat ditingkat provinsi dan kabupaten belum ada, meskipun ada Tim Ketahanan Pangan Daerah ditingkat propinsi, tetapi tim itu tidak berjalan. Sehingga dengan pembentukan pusat terpadu tim tersebut direvitalisasi agar berjalan. Dengan demikian diharapkan masing-masing pihak bisa mengamati daerahnya.

“Jika ada masalah gizi dimasing-masing daerah diharapkan cepat direspons.
Masalah gizi jangan sampai berlarut-larut dan baru diketahui setelah anak-anak busung lapar. Pusat informasi itu juga berperan sebagai tanggap darurat yang bisa mengupayakan bantuan pangan dan kesehatan.” Katanya.

Kurang Tanggap

Munculnya kasus gizi kuang diberbagai daerah, menurut Farid mencerminkan bahwa pemerintah daerah(Pemda) kurang tanggap. Masalah gizi tidak menjadi prioritas pemda atau kemungkinan pemda lupa terhadap masalah tersebut.

Padahal, masalah gizi merupakan masalah serius yang sangat menentukan kualitas bangsa.
Hal itu menyebabkan kasus anak-anak bergizi kurang terus terjadi. Seharusnya setiap Pemda mengetahui masalah yang dihadapi daerahnya, sehingga bisa mengatasinya.

Jika terjadi busung lapar disuatu daerah, yang bertanggungjawab adalah Pemda setempat. Karena itu, Pemda seharusnya mengetahui masalah tersebut sejak dini.

Dia mengatakan, indikator peringatan dini kerawanan gizi dapat diketahui melalui pengamatan pola konsumsi pangan ditingkat keluarga, pengamatan kasus anak balita bergizi buruk, pengamatan indikator lokal yang bisa berbeda antar daerah.

Setiap kasus gizi buruk harus diperlakukan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Setiap ditemukan kasus gizi buruk segera dilaporkan ke pemerintah kabupaten/kota selambat-lambatnya satu kali 24 jam.

Kemudian dilakukan pelacakan untuk mengetahui penyebabnya, dan setiap kasus gizi buruk harus dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit.

El Nino

Sementara itu, Kepala Bidang Agroklimat dan Kualitas Udara Badan Meterologi dan Geofisika (BMG), Suroso menuturkan fenomena El Nino diperkirakan muncul bulan Juli dengan intensitas lemah, sehingga pengaruhnya terhadap musim kemarau tahun ini tidak terlalu signifikan. Sedangkan permulaan musim kemarau diperkirakan sejak April hingga Juli.

Disebutkan, pada April daerah yang mengalami musim kemarau adalah bagian utara Kabupaten Subang dan Indramayu (Jawa Barat), Kabupaten Purwodadi, Pati dan Rembang (Jawa Tengah), sebagaian Jawa Timur, Bali dan NTB, sebagian besar NTT.

Pada bulan Mei daerah yang mengalami musim kemarau bagian Utara Banten, DKI Jakarta, bagian selatan kabupaten Subang dan Indramayu, Kabupaten Cirebon, Ciamis, Kuningan dan Tasikmalaya (Jawa Barat), sebagian besar Jawa Tengah, Kabupaten Blitar, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember dan bagian barat Madura (Jawa Timur).

Kemudian kabupaten Aceh Utara bagian tengah Sumatera Utara, Kabupaten Kerinci (Jambi), Sumatera Selatan, bagian Timur Kalimantan Tengah, Bagian Barat Kalimantan Selatan, bagian barat Sulawesi Selatan, bagian barat NTT dan bagian selatan kabupaten Jayapura.

Pada bulan Juni daerah yang mengalami musim kemarau bagian selatan Banten, bagian selatan Jawa Barat, bagian tengah Jawa Tengah, bagian tengah Aceh, Riau, bagian selatan Kalimantan Timur, Gorontalo, bagian utara kabupaten Jayapura dan Merauke.

Pada bulan Juli, bagian selatan Kabupaten Sukabumi, bagian timur Kalimantan Selatan, Kabupaten Minahasa. (N-4).

Sumber: Suara Pembaharuan, Kamis 2 Mei 2002

http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1020748725,65537,

KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) GIZI
1. Pengertian
Kejadian Luar Biasa (KLB) Gizi, adalah ditemukannya balita, dengan tanda-tanda sebagai berikut:

Berat Badan menurut Umur (BB/U) dibawah standar (lihat tabel) atau Tanda-tanda marasmus atau kwasiorkor.

Pelacakan KLB Gizi, adalah kegiatan penelusuran secara langsung (investigasi) setiap Balita dengan tanda-tanda diatas untuk menentukan tindakan yang cepat dan tepat.

2. TUJUAN PELACAKAN
• Menentukan besarnya masalah.
• Mencari penyebab.
• Menyusun tindakan penanggulangan yang cepat dan tepat.
3. SUMBER INFORMASI
• Masyarakat, meliputi: Keluarga, Pengurus RT, Tokoh Masyarakat, praktek yankes swasta dll.
• Kader, meliputi ditemukan anak dengan 3 kali berat badan tidak naik (3T) dan bawah garis merah (BGM) dalam KMS
• Laporan dari petugas atau tempat Pelayanan Kesehatan, meliputi: Puskesmas, RS, Institusi Kesehatan lainnya.
Pejabat atau petugas lintas sektor yang lain.
Wartawan, LSM yang lain.
4. JALUR PENYAMPAIAN LAPORAN KLB GIZI

Masyarakat menyampaikan laporan ke Puskesmas atau Kepala Desa/Lurah selanjutnya Kepala Desa/Lurah menyampaikan ke Puseksmas.
Kader menyampaikan hasil penjaringan anak dengan 3 T dan BGM ke Puskesmas. Puskesmas melakukan konfirmasi terhadap laporan yang disampaikan masyarakat.
Bila kondisi gizi buruk benar, segera dilakukan tindakan sesuai PEDOMAN TATA LAKSANA, dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dengan format W1 (laporan KLB 24 jam).

Kasus Gizi Buruk Ditemukan di Tojo Una-una
Minggu, 24 Januari 2010 | 20:13 WIB
TEMPO Interaktif, Ampana – Sebanyak 11 orang balita di wilayah kepulauan Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, terindentifikasi kondisi gizi buruk, sehingga wilayah tersebut dinyatakan mengalami Kasus Luar Biasa (KLB).
“Sebelas kasus tersebut terindentifikasi, setelah dilakukan pendataan dan survei oleh tim Gizi dan Kesehatan Komunitas di empat kecamatan yang ada di wilayah kepulauan yakni Kecamatan Walea, Walea Kepulauan, Una-Una dan Togean,” kata Kepala Seksi Gizi dan Kesehatan Komunitas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tojo Una-Una, Taufan H. Tandri Minggu (24/1) di Palu.
Dia menyebutkan, 11 kasus gizi buruk yang ditemukan tersebut di antaranya di Desa Bambu, Baulu, Dolong B, Kalia, Katupat, Molowagu, Pulau Enam, Pasokan, Pautu, Siatu dan Pulau Una-Una.
Adapun 11 kasus tersebut, kata Taufan, ditemukan pada balita dari lahir hingga 5 tahun dan merupakan hasil dari 1.200 sample yang diambil di sejumlah desa yang menjadi tempat pendataan dan survei status Gizi dan Kesehatan Komunitas, yang dilakukan pihaknya selama 10 hari –berlangsung sejak 4 hingga 15 Januari 2010. Dimana setiap kecamatan diambil sample sebanyak 300 balita.
“Dari analisa medis yang kami lakukan menyimpulkan secara klinis 11 orang balita tersebut telah terlihat kondisi gizi buruk,” jelasnya.
Dia mencontohkan, di Desa Katupat Kecamatan Walea Kepulauan, balita berumur 11 bulan memiliki berat lima kilogram, balita di Desa Kalia berumur 18 bulan memiliki berat lima kilogram dan di Desa Pautu, balita 30 bulan memiliki berat tuju kilogram.
“Kasus ini ibarat gunung es terlihat sedikit dipermukaan padahal di dalamnya cukup banyak. Dimungkinkan kasus ini bukan hanya terjadi di wilayah kepulauan tetapi juga terjadi di wilayah darat,” katanya.
Dia menjelaskan, faktor yang menyebabkan kondisi itu terjadi di wilayah kepulauan yakni kurangnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat, yang seharusnya dilakukan setiap saat namun kurun tiga hingga enam bulan terakhir tidak dapat dilakukan, akibat minimnya dana dan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.
Selain itu faktor kemiskinan juga menjadi salah penyebab terjadinya kasus tersebut dan penanganan kasus yang hanya terfokus pada penanganan gizi buruk sehingga pada kasus gizi kurang tidak tertangani secara maksimal serta faktor kesehatan lingkungan dimana masyarakat bermukim. “Banyak warga di wilayah ini tidak memiliki jamban di setiap rumah sehingga hal ini sangat mempengaruhi tingkat kesehatan lingkungan,” ujarnya.
DARLIS

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2010/01/24/brk,20100124-221130,id.html

Jumat, 20/11/2009 11:52 WIB
RSD Soewandhie Nyatakan KLB Pasien Gizi Buruk
Zainal Effendi – detikSurabaya

Uswatun Khasanah Balita Gizi Buruk/Zainal

Surabaya – Pasien gizi buruk yang dirawat di RSD Soewandhie sejak 3 minggu lalu terus meningkat. Hingga hari ini, jumlah pasien mencapai 25 pasien. Sedangkan pasien baru yang datang hari ini mencapai 4 anak.

Angka ini dianggap meningkat, karena pada bulan Oktober 2009 lalu pasien gizi buruk yang dirawat di RSD Soewandhie mencapai 40 anak. Pihak RSD Soewandhie pun mendesak Dinas Kesehatan Surabaya sebagai kejadian luar biasa (KLB).

“Kita hanya bisa menunggu keputusan dari Dinas Kesehatan Surabaya, karena itu bukan wewenang kita. Tapi sebaiknya diberlakukan KLB karena pasiennya makin banyak,” kata Kepala Bidang Rekam Medik RSU dr Soewandhie, Indriyati kepada detiksurabaya.com sata dihubungi, Jumat (20/11/2009).

Indriyati menambahkan, rata-rata pasien baru gizi buruk yang datang dan dirawat berjumlah 2-5 pasien per minggu. Namun 2 minggu terakhir, dalam sehari pasien bisa mencapai 2-5 anak per hari. Sedangkan hari ini pasien gizi buruk yang datang sebanyak 4 anak.

Salah satunya pasien gizi buruk berat. Mereka yakni Uswatun Khasanah (2) dengan berat badan 4 kg dan diagnosa kekurangan protein atau gizi buruk berat. Selain itu Soraya (2) berat badan 6,5 kg yang didiagnosa selain gizi buruk juga disertai sariawan berat dan dipenuhi luka di kepalanya, Noval (2) berat badan 6,1 kg dengan memiliki penyakit penyerta diare berat dan Sofiah (1,6) berat badan 6,5 kg yang disertai penyakit gabaken berat.

“Biasanya gizi buruk disebabkan berbagai faktor. Salah satunya kurang kesadaran orangtua untuk memeriksakan kondisi balitanya ke posyandu setempat,” tambah Indriyati.

Selain itu faktor sosial ekonomi juga menjadi pendukung. “Biasanya para orangtua yang datang membawa anaknya dalam kondisi gizi buruk, penyakit penyertanya kondisi berat. Dan biasanya penyakit peryertanya diare akut, sesak nafas dan infeksi akut,” jelasnya.

Sementara ahli gizi RSD Soewandhie, Dewi Purwanti mengaku sampai saat ini pihaknya kewalahan dengan pasien gizi buruk yang terus berdatangan. Apalagi tidak adanya action dari Dinas Kesehatan Surabaya.

“Baru kali ini pasien gizi buruk meningkat. Tapi meski bulan lalu pasien gizi buruk mencapai 40 anak, belum ada upaya daru pihak dinkes,” tegasnya. (ze/fat)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

KLB Gizi Buruk, DPRD Rote Ndao Belum Tahu
Senin, 31 Maret 2008 | 03:36 WIB
BA’A,SENIN – Secara resmi, DPRD Rote Ndao belum diberitahu oleh eksekutif setempat mengenai penetapan status KLB (kejadian luar biasa) gizi buruk di wilayah itu yang terjadi sejak awal tahun 2008. Meski demikian, dewan mendukung pemerintah melakukan tindakan-tindakan penanggulangan secara konkret dan fokus agar tidak jatuh korban lagi.

Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Zakarias P Manafe mengatakan itu saat ditemui Pos Kupang di ruang kerjanya, Sabtu (29/3/2008). Manafe ditemui usai memimpin sidang pembahasan RAPBD Kabupaten Rote Ndao tahun anggaran 2008.

Menurut Manafe, kasus gizi buruk dan gizi kurang harus ditangani secara tepat agar kondisi balita yang menderita masalah gizi bisa segera pulih. Sejauh ini sudah lima orang meninggal karena gizi buruk.

Namun Manafe mengaku belum mendapat pemberitahuan resmi soal penetapan status KLB terkait gizi buruk. Ia merasa dewan tidak dilibatkan dalam penetapan status itu. Menurut dia seharusnya, pemerintah mengajak bicara lembaga-lembaga teknis dan muspida, termasuk dewan.

“Sebab dengan penetapan KLB maka penanganannya harus dilakukan secara khusus. Tapi, karena ini sudah terjadi maka kita mendukung secara utuh. Dan, kita semua tidak membawa masalah ini ke politik sehingga penanganannya bisa berjalan baik,” kata Manafe.

Dia meminta semua pihak, khususnya pemerintah agar dalam menangani gizi buruk, menghilangkan ego hanya untuk menjaga wibawa. Sebab KLB gizi buruk membutuhkan keseriusan penanganan. “Saatnya hilangkan rasa ego, karena ego tidak menyelesaikan masalah. Kita dituntut untuk peka pada semua persoalan sehingga kita tidak dicap kurang peka terhadap masyarakat,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Junus Fanggidae, Minggu (29/3/2008), berharap agar pemerintah lebih fokus dalam mengatasi masalah gizi buruk. “Masalah gizi buruk bukan baru sekarang. Ini baru mencuat setelah media menulisnya. Karena itu kita mesti berterima kasih kepada media. Dan, sekarang bukan saatnya saling menyalahkan tapi bagaimana mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah yang terjadi. Jangka pendek kita lakukan PMT, tapi jangka panjang proses pemberdayaan masyarakat harus dikuatkan,” kata Junus.(Pos Kupang/Syarifah Sifat)

http://nasional.kompas.com/read/2008/03/31/03365594/klb.gizi.buruk.dprd.rote.ndao.belum.tahu

Tragisnya Kasus Gizi Buruk di Rote Ndao
Friday, 04 April 2008 10:34 administrator
SUARA PEMBARUAN DAILY — Kasus gizi buruk di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menjadi berita di media massa, setelah kasus gizi buruk yang mengakibatkan lima balita di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao pun kemudian menetapkan kasus tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Sudah tepatkah penanganan kasus gizi buruk di wilayah tersebut. Fakta menunjukkan bahwa kasus gizi buruk bukan pertama kali terjadi di Rote Ndao. Betulkah sinyalemen, penanggulangan gizi buruk yang dilakukan pemerintah hanya setengah hati. Apalagi sampai merebak kabar, ada indikasi penyimpangan dana penanggulangan gizi buruk yang dilakukan oknum tertentu dalam jajaran birokrasi. Untuk mengetahui lebih jauh persoalan ini, koresponden SP, Adhie Malehere menuliskannya dalam sorotan kali ini.
Kasus gizi buruk yang mengakibatkan meninggalnya lima balita di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat banyak kalangan di daerah paling selatan Indonesia ini terperangah. Pasalnya, lima balita yang meninggal dunia itu hanya dalam waktu 9 pekan sejak awal Januari hingga pekan pertama Maret 2008. Sementara tiga balita lainnya sedang tergolek di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a.
Beberapa media cetak lokal memberitakan, Wakil Bupati Rote Ndao, Bernard Pelle, sempat tercengang ketika menerima laporan Kepala Dinas Kesehatan, Jonathan Lenggu yang menyebutkan, kasus gizi buruk meningkat dari 138 anak pada tahun 2007 menjadi 144 anak pada tahun 2008. Kemudian, tergopoh-gopoh menetapkan kasus gizi buruk sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun, belum diikuti penetapan anggaran untuk penanggulangannya.
Dinas Kesehatan Rote Ndao hanya mengusulkan anggaran dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Rote Ndao tahun 2008 sebesar Rp 500 juta untuk penanganan 144 anak yang berstatus gizi buruk dengan asumsi setiap penderita dalam sehari dianggarkan Rp 10.000. Sayangnya, tidak ada usulan anggaran bagi penanganan 940 anak balita yang mengalami gizi kurang.
Ketika SP mengunjungi kabupaten ini, pekan lalu, Wakil Bupati Bernard Pelle ataupun Kepala Dinas Kesehatan, Jonathan Lenggu tidak berhasil dikonfirmasi. Jumat pekan lalu, kedua pejabat itu tidak ada di Kota Ba’a. Hari berikutnya, Pelle sibuk memimpin rapat koordinasi gizi buruk. Sedangkan, Jonathan Lenggu sibuk dengan Sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rote Ndao. Petang harinya, kedua pejabat itu tidak diketahui keberadaannya.
Agaknya, tidak ada keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao untuk menangani KLB ini. Di lapangan, Pemkab tidak memembentuk posko penanganan darurat, sekalipun petugas Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) telah melaporkan hasil penyisiran terhadap penderita gizi buruk dan gizi kurang di wilayah kerja masing-masing.
Ibu Made, petugas Pustu Oelunggu mengaku telah mengirimkan data balita penderita gizi buruk dan gizi kurang ke Dinas Kesehatan setempat. Sementara itu, orangtua para korban gizi buruk dan gizi kurang diimbau untuk membawa anaknya ke puskesmas terdekat atau ke RSUD Ba’a agar mendapatkan penanganan khusus guna pemulihan berat badannya.

Diwajibkan
Ia mengaku, bagi orangtua balita gizi buruk dan gizi kurang yang tidak mengindahkan imbauan itu akan didatangi dan diwajibkan menandatangani surat pernyataan penolakan yang isinya menyatakan bahwa orangtua penderita tidak bersedia membawa anaknya ke puskesmas atau RSUD. Dengan demikian, dia sebagai penanggung jawab kesehatan tidak bertanggung jawab apabila terjadi sesuatu atas diri penderita.
Vonny Toulasik-Pello (40), ibu empat anak warga Oelunggu, ketika ditemui di kediamannya mengakui, sejak suaminya, Habel Toulasik meninggal dunia pada Juli 2007 lalu, terpaksa bekerja apa saja untuk mendapatkan makanan bagi anak-anaknya. Putri ketiganya, Lisa (4,9 tahun), menderita gizi buruk sejak beberapa waktu lalu. Kondisinya semakin memburuk sejak ayahnya meninggal dunia.
“Beberapa petugas kesehatan pernah datang ke rumah dan menyuruh saya membawa anak ini ke rumah sakit. Tapi, saya takut karena tidak ada uang. Dari mana uang untuk membayar ojek ke rumah sakit yang jaraknya enam kilometer. Lalu bagaimana anak-anak yang tinggal ini bisa makan ketika saya harus ke rumah sakit?,” keluhnya lirih sambil mempersilakan SP untuk memeriksa persediaan makanan di rumahnya.
Pernyataan Vonny agaknya dapat mewakili ratusan keluarga lainnya yang memiliki anak berstatus gizi buruk dan gizi kurang. Selain tidak punya biaya ke rumah sakit, keluarga miskin ini juga tidak punya asuransi kesehatan bagi keluarga miskin (Askeskin) yang memberikan jaminan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.
Kemiskinan juga membuat Vonny terpaksa menyuruh anaknya Krismon (15) dan Fintje (13) yang duduk di bangku kelas V dan VI SD Oelunggu untuk berhenti sekolah. “Almarhum suami saya hanya meninggalkan satu petak sawah yang terpaksa diberikan kepada orang lain untuk dikelola dengan sistem bagi hasil. Bagaimana saya harus membiayai sekolah mereka? Sedangkan untuk makan sehari-hari, saya terpaksa membersihkan ladang tetangga atau mencari ikan di pantai,” paparnya.
Silpa Selak, ibu 12 anak warga Tuandao, secara terpisah mengatakan, wakil bupati dan sejumlah pejabat baru saja mengunjungi kediamannya untuk melihat kondisi putri bungsunya Kartika (25 bulan) yang menderita gizi buruk. Ia diminta untuk membawa anaknya ke RSUD Ba’a, tetapi sebelumnya ia punya pengalaman buruk di RSUD Ba’a. Sebab, ketika anaknya hanya di-rontgen dan disuruh membawa hasil foto rontgen ke dokter.
“Saya bingung karena anak saya tidak diberi obat apa-apa. Saya hanya diberi foto rontgen dan disuruh ke dokter, tapi saya tidak punya uang untuk membayar dokter. Suami saya hanya buruh pelabuhan yang penghasilannya kadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Yusak Langga, Ketua Komisi C yang membidangi masalah pembangunan di DPRD Rote Ndao mengaku kaget, ketika dimintai tanggapannya soal kasus gizi buruk yang telah merenggut korban jiwa lima balita.

Setengah Hati
Sebenarnya, ungkap Langga, kasus gizi buruk bukan pertama kali terjadi di Rote Ndao. Tetapi, baru ada korban jiwa yang berjatuhan dalam dua bulan terakhir ini. Agaknya, penanggulangan gizi buruk yang dilakukan pemerintah hanya setengah hati. Bahkan, ada indikasi penyimpangan dana penanggulangan gizi buruk yang dilakukan oknum tertentu dalam jajaran birokrasi yang ada.
“Saya pernah laporkan bupati dan kepala dinas kesehatan ke polisi atas dugaan melakukan penyimpangan dana penanggulangan gizi buruk di daerah ini. Tapi, laporan itu tidak ada tindak lanjutnya. Anehnya, bupati baru saja menerima penghargaan dalam pelayanan kesehatan terbaik se-NTT dari Gubernur NTT. Entah apa dasar penilaiannya,” kesal Langga.
Sementara itu, Frans Mooy, Wakil Ketua Komisi B DPRD Rote Ndao mengatakan, mencuatnya kasus gizi buruk menunjukkan buruknya kinerja pemerintah dalam menangani masalah kesehatan masyarakat di daerah ini.
Ketidakpedulian pemerintah terhadap penanganan kasus ini, terlihat dari belum tuntasnya pembahasan Rancangan APBD Rote Ndao Tahun 2008 di DPRD setempat. “Bagaimana bisa ditetapkan rancangan anggaran yang diajukan eksekutif itu sering berubah-ubah. Selain itu, banyak pejabat yang tidak menghadiri sidang,” kesal Asiel Soruh, Ketua Komisi A DPRD Rote Ndao.
Agaknya, kondisi ini diperparah dengan kepentingan sejumlah pejabat yang berambisi untuk ikut dalam suksesi kepemimpinan di daerah ini. Meski sejak awal Januari hingga pekan pertama Maret 2008 tercatat 16 balita yang menjalani perawatan di rumah sakit setempat, lima di antaranya meninggal, namun tidak ada yang peduli.
Padahal, empat balita yang meninggal dunia akibat kekurangan asupan gizi tersebut justru berasal dari dalam kota Ba’a yang merupakan pusat pemerintahan di negeri sasando ini. Bahkan, tempat tinggal salah satu korban yang meninggal hanya berselang dua rumah dari kediaman sejumlah pejabat dan anggota DPRD. Tragis…. *
Last modified: 2/4/08

http://indies.my-php.net/index.php?Itemid=2&catid=1:latest&id=33:tragisnya-kasus-gizi-buruk-di-rote-ndao&option=com_content&view=article

Bebas Gizi Buruk 2015

Persoalan gizi pada anak-anak berusia balita masih menjadi masalah serius pada sebagian besar kabupaten/kota di Indonesia. Data yang dicatat Departemen Kesehatan RI, pada tahun 2007 ada 18,4 persen anak balita yang kekurangan gizi, terdiri dari gizi kurang 13,0 (kompas).
Kutipan salah satu media cetak diatas menggambarkan bagaimana kondisi sebagian besar anak-anak Indonesia yang menurut survey masih berada di dalam teritory lingkar kemiskinan (cyrcle of property). Hal ini meenyebabkan masalah gizi (malnutrisi) selalu identik dengan kemiskinan. Dimana ditemukan kasus gizi buruk pasti karakteristik masyakarat di lokasi tersebut sebagian besar hidup dalam garis kemiskinan. Fenomena kurang gizi sendiri disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari kemiskinan, kondisi lingkungan, buruknya layanan kesehatan, dan kurangnya pemahaman mengenai gizi.

Simak lagi kutipan dibawah ini mengenai kasus gizi buruk yang dikategorikan oleh Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh pemerintah setempat.
“Kasus gizi buruk di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menjadi berita di media massa, setelah kasus gizi buruk yang mengakibatkan lima balita di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao pun kemudian menetapkan kasus tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Sudah tepatkah penanganan kasus gizi buruk di wilayah tersebut. Fakta menunjukkan bahwa kasus gizi buruk bukan pertama kali terjadi di Rote Ndao.”
Yang kemudian menjadi pertnyaan apakah pemerintah mengeluarkan sinyalemen kepada segenap instansi terkait untuk menanggulangi agar hal serupa tidak akan terjadi lagi, apakah pemerintah dengan sigapnya akan segera melakukan intervensi dan pemantauan terhadap kemungkinan hal yang lebih buruk lagi ataukah pemerintah hanya berpangku tangan dengan dalih kondisi masyarakat yang memang memungkinkan terjadinya kasus tersebut. Hal ini lah yang menjadi pertnyaan kedepan apakah INDONESIA BEBAS GIZI BURUK 2015 bisa terealisasikan secara efektif dan dinamis ditengah kesejahteraan masyarakat yang stagnan.
Sumber : KOMPAS
Editor : Andi Imam Arundhana
Minuman energi
From Wikipedia, the free encyclopedia Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas
Jump to: navigation , search Langsung ke: navigasi , cari

A variety of energy drinks are available; the skinny “bullet” can shape is popular. Berbagai minuman energi yang tersedia; peluru “kurus” dapat membentuk populer.

Energy drinks are also sold in larger cans and resealable bottles ( Reload ). minuman energi juga dijual dalam kaleng besar dan botol resealable ( Reload ).
Energy drinks are soft drinks advertised as boosting energy . Energy minuman soft drink diiklankan sebagai meningkatkan energi . These drinks usually do not emphasize energy derived from the calories they contain, [ 1 ] but rather through a choice of caffeine, vitamins, and herbal supplements the manufacturer has combined. [ 2 ] Minuman ini biasanya tidak menekankan energi berasal dari kalori yang dikandungnya, [1] melainkan melalui pilihan kafein vitamin dan suplemen herbal pabrik,, telah digabungkan. [2]
[ edit ] Ingredients [ sunting ] Bahan
Generally, energy drinks include methylxanthines (including caffeine ), vitamin B and herbs . Umumnya, minuman energi termasuk methylxanthines (termasuk kafein ), vitamin B dan herbal . Other common ingredients are guarana , acai , and taurine , plus various forms of ginseng , maltodextrin , carbonated water , inositol , carnitine , creatine , glucuronolactone and ginkgo biloba . bahan umum lain adalah guarana , Acai , dan taurin , ditambah berbagai bentuk ginseng , maltodekstrin , air berkarbonasi , inositol , karnitin , creatine , glucuronolactone dan ginkgo biloba . Some contain high levels of sugar , and many brands also offer artificially-sweetened ‘diet’ versions. Beberapa mengandung kadar tinggi gula , dan juga menawarkan banyak merek-manis ‘diet artifisial’ versi. The central ingredient in most energy drinks is caffeine , the same stimulant found in coffee or tea , often in the form of guarana or yerba mate . Bahan utama dalam minuman energi yang paling adalah kafein , stimulan yang sama yang ditemukan di kopi atau teh , sering dalam bentuk guarana atau mate yerba .
[ edit ] Desirable effects [ sunting ] efek yang diharapkan
A variety of physiological and psychological effects have been attributed to energy drinks and their ingredients. Berbagai efek fisiologis dan psikologis telah dihubungkan dengan minuman energi dan bahan mereka. Two studies reported significant improvements in mental and cognitive performances as well as increased subjective alertness. Dua penelitian melaporkan peningkatan signifikan dalam kinerja mental dan kognitif serta meningkat kewaspadaan subjektif. Excess consumption of energy drinks may induce mild to moderate euphoria primarily caused by stimulant properties of caffeine and may also induce agitation, anxiety , irritability and insomnia . [ 3 ] [ 4 ] During repeated cycling tests in young healthy adults an energy drink significantly increased upper body muscle endurance. [ 5 ] It has been suggested that reversal of caffeine withdrawal is a major component of the effects of caffeine on mood and performance. [ 6 ] Kelebihan konsumsi minuman energi dapat menyebabkan ringan sampai sedang euforia terutama disebabkan oleh sifat stimulan dari kafein dan juga dapat menyebabkan agitasi, kegelisahan , lekas marah dan susah tidur . [3] [4] Selama bersepeda tes berulang pada orang dewasa muda sehat minuman energi meningkat secara signifikan atas daya tahan otot tubuh. [5] Ia telah mengemukakan bahwa pembalikan penarikan kafein adalah komponen utama efek kafein pada suasana hati dan kinerja. [6]
Restorative properties were shown by a combination of caffeine and the sugar glucose in an energy drink, [ 7 ] and some degree of synergy between the cognition-modulating effects of glucose and caffeine was also suggested. [ 8 ] In one experiment, a glucose-based energy drink (containing caffeine, taurine and glucuronolactone) was given to eleven tired participants being tested in a driving simulator. sifat Pemulihan diperlihatkan oleh kombinasi kafein dan gula glukosa dalam minuman energi, [7] dan beberapa derajat sinergi antara kognisi-efek modulasi glukosa dan kafein juga disarankan. [8] Dalam salah satu percobaan, sebuah glukosa- minuman energi berdasarkan (mengandung kafein, taurin dan glucuronolactone) diberikan kepada sebelas peserta lelah sedang diuji dalam sebuah simulator mengemudi. Lane drifting and reaction times were measured for two hours post-treatment and showed significant improvement. [ 9 ] Lane hanyut dan waktu reaksi yang diukur selama dua jam pasca-pengobatan dan menunjukkan perbaikan yang signifikan. [9]
Two articles concluded that the improved information processing and other effects could not be explained in terms of the restoration of plasma caffeine levels to normal following caffeine withdrawal. [ 10 ] [ 11 ] Dua artikel menyimpulkan bahwa dalam pemrosesan informasi yang ditingkatkan dan efek lainnya tidak dapat dijelaskan dalam hal pemulihan plasma tingkat kafein normal berikut kafein. [10] [11]
[ edit ] Adverse effects [ sunting ] Efek yang merugikan
Caution is warranted even for healthy adults who choose to consume energy beverages. Perhatian dibenarkan bahkan untuk orang dewasa yang sehat yang memilih untuk mengkonsumsi minuman energi. Consumption of a single energy beverage will not lead to excessive caffeine intake; however, consumption of two or more beverages in a single day can. [ 12 ] [ 13 ] Other stimulants such as ginseng are often added to energy beverages and may enhance the effects of caffeine, [ 14 ] and ingredients such as guarana themselves contain caffeine. Konsumsi minuman energi tunggal tidak akan menyebabkan asupan kafein berlebihan, namun konsumsi dari dua atau lebih minuman dalam satu hari dapat. [12] [13] stimulan lainnya seperti ginseng sering ditambahkan ke minuman energi dan dapat meningkatkan efek kafein, [14] dan bahan-bahan seperti guarana sendiri mengandung kafein. Adverse effects associated with caffeine consumption in amounts greater than 400 mg include nervousness, irritability, sleeplessness, increased urination, abnormal heart rhythms ( arrhythmia ), and stomach upset. [ 12 ] [ 13 ] Energy drinks do not provide electrolytes, and have a higher likelihood of an energy “crash-and-burn” effect. Akibat yang merugikan terkait dengan konsumsi kafein dalam jumlah yang lebih besar dari 400 mg meliputi gugup, lekas marah, sulit tidur, peningkatan buang air kecil, irama jantung abnormal ( aritmia ), dan sakit perut. [12] [13] Energi tidak menyediakan minuman elektrolit, dan memiliki lebih tinggi kemungkinan energi “crash-dan-bakar” efek. Caffeine in energy drinks can excrete water from the body to dilute high concentrations of sugar entering the blood stream, leading to dehydration. Kafein dalam minuman energi dapat mengeluarkan air dari tubuh untuk mencairkan konsentrasi tinggi gula memasuki aliran darah, yang menyebabkan dehidrasi. If the body is dehydrated by 1%, performance is decreased by up to 10%. [ 15 ] Jika tubuh mengalami dehidrasi sebesar 1%, kinerja menurun hingga 10%. [15]
In the US, energy drinks have been linked with reports of nausea, abnormal heart rhythms and emergency room visits. [ 16 ] The drinks may cause seizures due to the “crash” following the energy high that occurs after consumption. [ 17 ] Caffeine dosage is not required to be on the product label for food in the United States, unlike drugs, but some advocates are urging the FDA to change this practice. [ 18 ] Di AS, minuman energi telah dikaitkan dengan laporan mual, irama jantung yang tidak normal dan ruang kunjungan darurat. [16] Minuman dapat menyebabkan kejang karena kecelakaan “” mengikuti tinggi energi yang terjadi setelah konsumsi. [17] Kafein dosis tidak diharuskan untuk berada di label produk makanan di Amerika Serikat, tidak seperti obat, tetapi beberapa pendukung yang mendesak FDA untuk mengubah kebiasaan ini. [18]
The popular energy drink Red Bull was banned in France after the death of eighteen-year-old Irish athlete Ross Cooney, who died as a result of playing a basketball game after consuming four cans of the drink. Energi populer minuman Red Bull dilarang di Perancis setelah kematian delapan belas tahun Ross Cooney atlet Irlandia, yang meninggal sebagai akibat dari bermain basket setelah mengkonsumsi empat kaleng minuman. This ban was challenged in the European Court of Justice in 2004. [ 19 ] The French Scientific Committee (JD Birkel) concluded that Red Bull has excessive amounts of caffeine. [ 19 ] Denmark also banned Red Bull for a while, although the ban has recently been revoked. larangan ini ditantang di Pengadilan Eropa Kehakiman pada tahun 2004. [19] Komite Ilmiah Perancis (JD Birkel) menyimpulkan bahwa Red Bull telah berlebihan kafein. [19] Denmark juga melarang Red Bull untuk sementara, meskipun larangan tersebut telah baru-baru ini telah dicabut. Britain investigated the drink, but only issued a warning against its use by pregnant women and children. [ 19 ] Britania diselidiki minum, tetapi hanya mengeluarkan peringatan terhadap penggunaan oleh wanita hamil dan anak-anak. [19]
In 2009 a school in Hove , England requested that local shops do not sell energy drinks to pupils. Headteacher Malvina Sanders added that “This was a preventative measure, as all research shows that consuming high-energy drinks can have a detrimental impact on the ability of young people to concentrate in class.” Pada tahun 2009 sebuah sekolah di Hove , Inggris meminta agar toko-toko tidak menjual minuman energi untuk murid. kepala sekolah Malvina Sanders menambahkan bahwa “ini adalah tindakan pencegahan, karena semua penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi minuman energi tinggi dapat memiliki dampak yang merugikan terhadap kemampuan orang muda untuk berkonsentrasi di kelas. ” The school has negotiated for their local branch of Tesco to display posters asking pupils not to ask for the products. [ 20 ] Sekolah telah dinegosiasikan untuk cabang lokal mereka Tesco untuk menampilkan poster meminta siswa untuk tidak meminta produk. [20]
[ edit ] History [ sunting ] Sejarah
Although not marketed as such, the Scottish drink Irn-Bru may be considered the first energy drink, produced as “Iron Brew” in 1901. Meskipun tidak dipasarkan sebagai tersebut, Skotlandia minum IRN-Bru dapat dianggap sebagai minuman energi pertama, diproduksi sebagai “Iron Brew” pada tahun 1901. In Japan , the energy drink dates at least as far back as the early 1960s, with the release of the Lipovitan . Di Jepang , minuman energi tanggal setidaknya sejauh awal 1960-an, dengan rilis Lipovitan . Most such products in Japan bear little resemblance to soft drinks, and are sold instead in small brown glass medicine bottles or cans styled to resemble such containers. Sebagian besar produk tersebut di Jepang mempunyai persamaan sedikit minuman ringan, dan bukannya dijual di botol kecil obat kaca coklat atau kaleng ditata menyerupai kontainer tersebut. These “genki drinks”, which are also produced in Japan , are marketed primarily to the salaryman set. Ini “minuman Genki”, yang juga diproduksi di Jepang , yang dipasarkan terutama untuk salaryman ditetapkan.
In UK, Lucozade Energy was originally introduced in 1929 as a hospital drink for “aiding the recovery;” in the early 1980s, it was promoted as an energy drink for “replenishing lost energy.” Di Inggris, Lucozade Energi pada awalnya diperkenalkan pada tahun 1929 sebagai minuman rumah sakit untuk “membantu pemulihan;” di awal 1980-an, ia dipromosikan sebagai minuman energi untuk “mengisi kembali energi yang hilang.”
The first drink marketed as being designed to improve the performance of athletes and sports stars arrived in the sixties. Minuman pertama dipasarkan sebagai dirancang untuk meningkatkan kinerja atlet dan bintang olahraga tiba di tahun enam puluhan. It was invented for the football team at the University of Florida , known as the Gators — hence its name, Gatorade . Ini diciptakan untuk sepakbola tim di Universitas Florida , yang dikenal sebagai Gators – maka namanya, Gatorade . Designed to aid hydration and lengthen performance levels, it claimed that its ingredients were formulated for just such things. Dirancang untuk membantu hidrasi dan memperpanjang tingkat kinerja, itu menyatakan bahwa bahan yang disusun hanya untuk hal-hal seperti itu. However, Gatorade is safer than many energy drinks and is known more as a sports drink. Namun, Gatorade lebih aman daripada banyak minuman energi dan lebih dikenal sebagai minuman olahraga.
In 1985, Jolt Cola was introduced in the United States. Pada tahun 1985, tersentak Cola diperkenalkan di Amerika Serikat. Its marketing strategy centered on the drink’s caffeine content, billing it as a means to promote wakefulness. strategi pemasaran Its berpusat pada konten kafein minuman itu, tagihan sebagai sarana untuk meningkatkan terjaga. The initial slogan was, “All the sugar and twice the caffeine.” Slogan awal, “Semua dua kali gula dan kafein.”
In 1995, PepsiCo launched Josta , the first energy drink introduced by a major US beverage company (one that had interests outside just energy drinks), but Pepsi discontinued the product in 1999. Pada tahun 1995, PepsiCo meluncurkan Josta , minuman energi pertama kali diperkenalkan oleh sebuah perusahaan minuman besar di Amerika Serikat (yang memiliki kepentingan di luar saja minuman energi), namun produk Pepsi dihentikan pada tahun 1999.
In Europe, energy drinks were pioneered by the S. Spitz Company and a product named Power Horse, before the business savvy of Dietrich Mateschitz , an Austrian entrepreneur, ensured his Red Bull product became far better known, and a worldwide best seller. Di Eropa, minuman energi yang dipelopori oleh S. Spitz Perusahaan dan produk bernama Power Kuda, sebelum cerdas bisnis Dietrich Mateschitz , seorang pengusaha Austria, memastikan nya Red Bull produk menjadi jauh lebih dikenal, dan penjual terbaik di seluruh dunia. Mateschitz developed Red Bull based on the Thai drink Krating Daeng , itself based on Lipovitan . Red Bull Mateschitz dikembangkan berdasarkan minum Thai Kratingdaeng , itu sendiri didasarkan pada Lipovitan . Red Bull is the dominant brand in the US after its introduction in 1997, with a market share of approximately 47%. [ 21 ] Red Bull adalah merek dominan di Amerika Serikat setelah diperkenalkan pada tahun 1997, dengan pangsa pasar sekitar 47%. [21]
In New Zealand and Australia the current leading energy drinks product in those markets V was introduced by Frucor Beverages Frucor . Di Selandia Baru dan Australia produk minuman energi terkemuka saat ini di pasar V diperkenalkan oleh Frucor Minuman Frucor .
By the year 2001, the US energy drink market had grown to nearly 8 million per year in retail sales. Pada tahun 2001, pasar minuman energi AS telah tumbuh menjadi hampir 8 juta per tahun dalam penjualan ritel. Over the next 5 years, it grew an average of over 50% per year, totaling over $3 billion in 2005. [ 22 ] Diet energy drinks are growing at nearly twice that rate within the category, as are 16-ounce sized energy drinks. Selama bertahun-tahun berikutnya 5, tumbuh rata-rata lebih dari 50% per tahun, dengan total lebih dari $ 3 miliar di tahun 2005. [22] Diet minuman energi yang tumbuh di hampir dua kali lipat tingkat dalam kategori ini, seperti juga 16-ons minuman energi ukuran. The energy drink market became a $5.4 billion dollar market in 2007, and both Goldman Sachs and Mintel predict that it will hit $10 billion by 2010. Pasar minuman energi menjadi $ 5400000000 dolar pasar pada tahun 2007, dan keduanya Goldman Sachs dan Mintel memprediksi bahwa hal itu akan memukul 10000000000 $ pada tahun 2010. Major companies’ such as Pepsi , Coca-Cola , Molson , and Labatt have tried to match smaller companies’ innovative and different approach, with marginal success. Utama perusahaan seperti Pepsi , Coca-Cola , Molson , dan Labatt telah mencoba untuk mencocokkan ‘perusahaan inovatif dan berbeda pendekatan yang lebih kecil, dengan keberhasilan marjinal.
Energy drinks are typically attractive to young people. minuman energi biasanya menarik bagi orang muda. Approximately 65% percent of its drinkers are between the ages of 13 and 35 years old, with males being approximately 65% of the market. [ 22 ] A 2008 statewide Patient Poll conducted by the Pennsylvania Medical Society’s Institute for Good Medicine found that: 20 percent of respondents ages 21–30 had used energy drinks in high school or college to stay awake longer to study or write a paper; 70 percent of respondents knew someone who had used an energy drink to stay awake longer to study or work. [ 23 ] Energy drinks are also popular as drink mixers . Sekitar% persen 65 dari peminum perusahaan adalah antara usia 13 dan 35 tahun, dengan laki-laki menjadi sekitar 65% dari pasar. [22] A 2008 di seluruh negara bagian Pasien Poll dilakukan oleh Pennsylvania Medical Society Institute for Good Medicine menemukan bahwa: 20 persen dari responden usia 21-30 telah menggunakan minuman energi di sekolah atau perguruan tinggi tetap terjaga lebih lama untuk belajar atau menulis makalah, 70 persen responden tahu seseorang yang telah menggunakan minuman energi untuk tetap terjaga lebih lama untuk belajar atau bekerja. [23 ] Energi minuman juga populer sebagai minuman mixer .
In 2001 Coca-Cola marketed two Powerade brand energy drinks in bullet-shaped, screw-top aluminum bottle cans produced by Exal Corporation of Youngstown,Ohio. Powerade , the same as Gatorade , is better known as a sports drink and is safer than many energy drinks. [ citation needed ] In 2002 CCL Container and Mistic Brands, Inc., part of the Snapple Beverage Group , worked together on the national launch of Mistic RĒ, which used a recyclable aluminum bottle. Pada tahun 2001 Coca-Cola dipasarkan dua Powerade minuman energi merek berbentuk peluru, screw-top aluminium botol kaleng diproduksi oleh Exal Corporation dari Youngstown, Ohio. Powerade , sama seperti Gatorade , lebih dikenal sebagai minuman olahraga dan lebih aman daripada banyak minuman energi. [ rujukan? ] Pada tahun 2002 CCL Container dan Mistic Brands, Inc, bagian dari Minuman Snapple Group , bekerja sama pada peluncuran nasional Mistic RE, yang digunakan didaur ulang botol aluminium. Since its introduction, many energy drinks are now packaged in the aluminum bottles or bottle cans. Sejak diperkenalkan, minuman energi sekarang banyak dikemas dalam botol aluminium atau kaleng botol.
Capri Sun targeted 16-25 year-olds with its Island Refreshers line, graduating from a foil pouch design to a bottlecan or aluminum bottle . Capri Ming ditargetkan anak usia 16-25 tahun dengan garis Penyegaran Pulau nya, lulus dari desain kantong foil ke bottlecan atau aluminium botol . In the UK, Coca-Cola has marketed a direct Red Bull competitor, ‘Sprite 3G’, in a similar 250 mL can and has also launched ‘Relentless’, a juice-based energy drink in 500 mL cans. Di Inggris, Coca-Cola telah dipasarkan pesaing langsung Red Bull, ‘Sprite 3G’, dalam kaleng 250 mL yang sama dan juga meluncurkan ‘tanpa henti’, minum jus berbasis energi dalam 500 mL kaleng.
UK supermarkets have launched their own brands of energy drinks at lower prices than the major soft drink manufacturers. supermarket Inggris telah meluncurkan merek sendiri minuman energi pada harga lebih rendah dari produsen besar minuman ringan. These are mostly produced by US beverage maker Cott. Tesco supermarkets sell ‘Kx”‘(used to be known as ‘Kick’) in 250 mL cans and 1 L bottles, Sainsbury’s sell ‘Blue Bolt’ in similar packaging, Asda sell ‘Blue Charge’ in similar packaging and Morrison’s sell ‘Source’ in 250 mL cans. Cott sells a variety of other branded energy drinks to independent retailers in various containers. Ini sebagian besar dihasilkan oleh pembuat US minuman Cott. Tesco supermarket menjual ‘KX “” (dulu dikenal sebagai’ Kick ‘) dalam 250 kaleng mL dan 1 L botol, Sainsbury’s menjual ‘Blue Bolt’ dalam kemasan yang sama, Asda menjual ‘Blue Sumber Charge ‘dalam kemasan yang sama dan menjual Morrison’ dalam kaleng 250 mL. Cott menjual berbagai merek minuman energi lainnya ke pengecer independen dalam berbagai wadah.
Since 2002 there has been a growing trend for packaging energy drink in bigger cans. Sejak tahun 2002 telah terjadi tren yang berkembang untuk kemasan minuman energi dalam kaleng besar. Since in many countries, including the US and Canada, there is a limitation on the maximum caffeine per serving in energy drinks, this allows manufacturers to include a greater amount of caffeine by including multiple servings per container. Karena di banyak negara, termasuk Amerika Serikat dan Kanada, ada pembatasan terhadap maksimum per porsi kafein dalam minuman energi, ini memungkinkan produsen untuk memasukkan sejumlah besar kafein dengan memasukkan beberapa porsi per kontainer. Popular brands such as Redbull and Monster have increased the amount of ounces per can. merek populer seperti RedBull dan Rakasa telah meningkatkan jumlah ons per dapat. Conversely, the emergence of energy shots has gone the opposite way with much smaller packaging. Sebaliknya, munculnya tembakan energi telah pergi dengan cara yang berlawanan dengan kemasan yang lebih kecil banyak.
In 2007 energy drink powders and effervescent tablets were introduced, in the form of a tablet or powder that can be added to water to create an energy drink. Pada tahun 2007 minuman energi serbuk dan tablet effervescent diperkenalkan, dalam bentuk tablet atau bubuk yang dapat ditambahkan ke air untuk membuat minuman energi. These can offer a more portable option to cans and shots. Ini dapat menawarkan pilihan yang lebih portabel untuk kaleng dan tembakan.
More recently, [ when? ] the industry has moved towards the use of natural stimulants and reduced sugar. [ citation needed ] Baru-baru ini, [ kapan? ] industri telah bergerak ke arah penggunaan stimulan alami dan gula dikurangi. [ rujukan? ]
[ edit ] Combination with alcohol [ sunting ] Kombinasi dengan alkohol
Energy drinks are often used as mixers with alcohol . Energi minuman sering digunakan sebagai mixer dengan alkohol . Where as energy drinks are stimulants, alcohol is a depressant. Sedangkan minuman energi adalah stimulan, alkohol depressant. Energy drinks can lessen the subjective effects of alcohol intoxication like dizziness and headache. minuman energi dapat mengurangi efek subjektif keracunan alkohol seperti pusing dan sakit kepala. However, they may be unable to counteract some of the psychomotor impairments of alcohol intoxication. [ 24 ] Consequently, the mix can be particularly hazardous as energy drinks can mask the influence of alcohol and a person may misinterpret their actual level of intoxication. [ 25 ] In fact, people who drink mixers are more likely than non-mixers to drink more alcohol, and are also more likely to suffer alcohol-related consequences such as sexual assault, injury and riding with an intoxicated driver, even after adjusting for the number of drinks. Namun, mereka mungkin tidak bisa mengatasi beberapa gangguan psikomotorik dari keracunan alkohol. [24] Akibatnya, campuran dapat sangat berbahaya sebagai minuman energi dapat masker pengaruh alkohol, dan seseorang mungkin salah menafsirkan sebenarnya mereka tingkat keracunan. [25 ] Bahkan, orang yang minum mixer lebih cenderung non-mixer untuk minum lebih banyak alkohol, dan juga lebih mungkin untuk menderita konsekuensi yang berhubungan dengan alkohol seperti penyerangan seksual, cedera dan menunggang dengan sopir mabuk, bahkan setelah disesuaikan untuk nomor minuman. Although people decide to drink energy drinks with alcohol with the intent of counteracting alcohol intoxication, a large majority do so to hide the taste of alcohol. [ 26 ] Meskipun orang memutuskan untuk minum minuman energi dengan alkohol dengan maksud menangkal keracunan alkohol, sebagian besar melakukannya untuk menyembunyikan rasa alkohol. [26]
Both the caffeine in energy drinks and alcohol are known to act as diuretics and so could lead to excessive dehydration . Baik kafein dalam minuman energi dan alkohol dikenal untuk bertindak sebagai diuretik dan berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi .
A mixer of “Battery” energy drink and vodka is known in Finland as akkuhappo (literally ” battery acid “)). Sebuah mixer dari “minuman energi baterai” dan vodka dikenal di Finlandia sebagai akkuhappo (harfiah ” baterai asam “)). A mixer of Jägermeister and “Battery” energy drink is known as Jekkupatteri (prank battery) even another is a mix of an energy drink and vodka, which is known as a Virtanen, a company has trademarked that name and sells an equivalent blend in cans. Sebuah mixer dari Jägermeister dan “Battery” minuman energi dikenal sebagai Jekkupatteri (baterai prank) bahkan lain adalah campuran dari minuman energi dan vodka, yang dikenal sebagai Virtanen, sebuah perusahaan memiliki merek dagang yang menjual nama dan yang setara campuran dalam kaleng .
A common alcohol and energy drink mix is the Jägerbomb . Sebuah alkohol umum dan minuman campuran energi adalah Jägerbomb .
[ edit ] Anti-energy drinks [ sunting ] Anti-minuman energi
Several beverages have been marketed in the 2000s as “anti-energy”, “chill out”, or “relaxation” drinks, including Koma Unwind, Slow Cow , Drank , Mary Jane’s Relaxing Soda , and Chill. [ 27 ] Beberapa minuman telah dipasarkan tahun 2000 sebagai “energi” anti, “santai saja”, atau “relaksasi” minuman, termasuk Koma Unwind, Lambat Sapi , Minum , Mary Jane Relaxing Soda , dan Chill. [27]
[ edit ] See also [ sunting ] Lihat pula
• List of energy drinks Daftar minuman energi
[ edit ] References [ sunting ] Referensi
1. ^ “A can of bull? Do energy drinks really provide a source of energy?” (PDF) . http://www.sciencecases.org/energy_drinks/energy_drinks.pdf . ^ “Sebuah kaleng minuman banteng? energi Apakah benar-benar menyediakan sumber energi”? (PDF). http://www.sciencecases.org/energy_drinks/energy_drinks.pdf . Retrieved 2009-07-03 . Diperoleh 2009/07/03.
2. ^ “Research on the Health Effects of other energy drinks additives” (PDF) . http://www.marininstitute.org/alcopops/resources/EnergyDrinkReport.pdf . ^ “Penelitian Dampak Kesehatan dari minuman energi lainnya aditif” (PDF). http://www.marininstitute.org/alcopops/resources/EnergyDrinkReport.pdf . Retrieved 2009-07-03 . Diperoleh 2009/07/03.
3. ^ Alford, C; Cox, H; Wescott, R (2001). ^ Alford, C; Cox, H; Wescott, R (2001). “The effects of red bull energy drink on human performance and mood”. Amino acids 21 (2): 139–50. PMID 11665810 . “Efek dari minuman energi banteng merah pada kinerja manusia dan suasana hati”. Asam amino 21 (2): 139-50. PMID 11665810 .
4. ^ Van Den Eynde, F; Van Baelen, PC; Portzky, M; Audenaert, K (2008). ^ Van Den Eynde, F; Van Baelen, PC; Portzky, M; Audenaert, K (2008). “The effects of energy drinks on cognitive performance”. Tijdschrift voor psychiatrie 50 (5): 273–81. PMID 18470842 . “Efek dari minuman energi pada kinerja kognitif” voor. Tijdschrift psychiatrie 50 (5): 273-81. PMID 18470842 .
5. ^ Forbes, SC; Candow, DG; Little, JP; Magnus, C; Chilibeck, PD (2007). ^ Forbes, SC; Candow, DG; Little, JP; Magnus, C; Chilibeck, PD (2007). “Effect of Red Bull energy drink on repeated Wingate cycle performance and bench-press muscle endurance”. International journal of sport nutrition and exercise metabolism 17 (5): 433–44. PMID 18046053 . “Pengaruh minuman energi Red Bull pada ulang kinerja siklus Wingate dan bangku-tekan ketahanan otot” jurnal. Internasional gizi latihan olahraga dan metabolisme 17 (5): 433-44. PMID 18046053 .
6. ^ Yeomans, MR; Ripley, T; Davies, LH; Rusted, JM; Rogers, PJ (2002). ^ Yeomans, MR, Ripley, T; Davies, LH; berkarat, JM; Rogers, PJ (2002). “Effects of caffeine on performance and mood depend on the level of caffeine abstinence”. Psychopharmacology 164 (3): 241–9. doi : 10.1007/s00213-002-1204-1 . PMID 12424547 . “Dampak kafein pada kinerja dan suasana hati tergantung pada tingkat pantang kafein” 164. Psychopharmacology (3): 241-9. DOI : 10.1007/s00213-002-1204-1 . PMID 12424547 .
7. ^ Smit, HJ; Grady, ML; Finnegan, YE; Hughes, SA; Cotton, JR; Rogers, PJ (2006). ^ Smit, HJ; Grady, ML; Finnegan, YE; Hughes, SA; Kapas, JR; Rogers, PJ (2006). “Role of familiarity on effects of caffeine- and glucose-containing soft drinks”. Physiology & behavior 87 (2): 287–97. doi : 10.1016/j.physbeh.2005.10.017 . PMID 16388831 . “Peran keakraban pada efek dari kafein-dan glukosa yang mengandung minuman ringan” &. Fisiologi perilaku 87 (2): 287-97. DOI : 10.1016/j.physbeh.2005.10.017 . PMID 16388831 .
8. ^ Scholey, AB; Kennedy, DO (2004). ^ Scholey, AB; Kennedy, DO (2004). “Cognitive and physiological effects of an “energy drink”: an evaluation of the whole drink and of glucose, caffeine and herbal flavouring fractions”. Psychopharmacology 176 (3-4): 320–30. doi : 10.1007/s00213-004-1935-2 . PMID 15549275 . “Kognitif dan efek fisiologis dari minuman energi” “: evaluasi utuh dan minuman glukosa, kafein dan fraksi bumbu herbal” 176. Psychopharmacology (3-4): 320-30. DOI : 10.1007/s00213-004-1935 -2 . PMID 15549275 .
9. ^ Horne, JA; Reyner, LA (2001). ^ Horne, JA, Reyner, LA (2001). “Beneficial effects of an “energy drink” given to sleepy drivers”. Amino acids 20 (1): 83–9. PMID 11310933 . “Bermanfaat efek minuman energi yang” “diberikan kepada pengemudi mengantuk” asam. Amino 20 (1): 83-9. PMID 11310933 .
10. ^ Seidl, R; Peyrl, A; Nicham, R; Hauser, E (2000). ^ Seidl, R; Peyrl, A; Nicham, R; Hauser, E (2000). “A taurine and caffeine-containing drink stimulates cognitive performance and well-being”. Amino acids 19 (3-4): 635–42. PMID 11140366 . “A taurin dan minuman yang mengandung kafein merangsang kinerja kognitif dan kesejahteraan” asam. Amino 19 (3-4): 635-42. PMID 11140366 .
11. ^ Warburton, DM; Bersellini, E; Sweeney, E (2001). ^ Warburton, DM; Bersellini, E; Sweeney, E (2001). “An evaluation of a caffeinated taurine drink on mood, memory and information processing in healthy volunteers without caffeine abstinence”. Psychopharmacology 158 (3): 322–8. doi : 10.1007/s002130100884 . PMID 11713623 . “Evaluasi taurin minuman berkafein pada suasana hati, memori dan pengolahan informasi pada sukarelawan sehat tanpa pantang kafein” 158. Psychopharmacology (3): 322-8. DOI : 10.1007/s002130100884 . PMID 11713623 .
12. ^ a b Winston, AP et al. (2005). “Neuropsychiatric effects of caffeine” . Advances in Psychiatric Treatment 11 : 432. doi : 10.1192/apt.11.6.432 . http://apt.rcpsych.org/cgi/reprint/11/6/432 . ^ a b Winston, AP et al. (2005). “Neuropsychiatric efek dari” kafein . Kemajuan dalam Perawatan Jiwa 11: 432. DOI : 10.1192/apt.11.6.432 . http://apt.rcpsych.org/cgi/ reprint/11/6/432 .
13. ^ a b [1] [ dead link ] ^ a b [1] [ link mati ]
14. ^ Loeb, Heather (2009). Do the Ingredients in Energy Drinks Work? . ^ Loeb, Heather (2009). Apakah Bahan di Minuman Pekerjaan Energi? . MensHealth.com. MensHealth.com. Retrieved July 3, 2009. Diakses 3 Juli 2009.
15. ^ page 12-13 “Sport Diet Dilemmas” . ^ Halaman 12-13 “Olahraga Diet Dilema” . WINForum.org . http://www.winforum.org/PES-pdf/coaches_school.pdf . WINForum.org. http://www.winforum.org/PES-pdf/coaches_school.pdf . page 12-13 . halaman 12-13. Retrieved 2009-11-11 . Diperoleh 2009/11/11.
16. ^ Taste for Quick Boost Tied to Taste for Risk ^ Taste Cepat untuk Meningkatkan dikaitkan dengan Taste untuk Risiko
17. ^ Iyadurai, S; Chung, S (2007). ^ Iyadurai, S; Chung, S (2007). “New-onset seizures in adults: Possible association with consumption of popular energy drinks”. Epilepsy & Behavior 10 : 504. doi : 10.1016/j.yebeh.2007.01.009 . “Baru-onset kejang pada orang dewasa: Kemungkinan asosiasi dengan konsumsi minuman energi populer” &. Epilepsi Perilaku 10: 504. DOI : 10.1016/j.yebeh.2007.01.009 .
18. ^ Warning: Energy Drinks Contain Caffeine by Allison Aubrey. ^ Peringatan: Energi Minuman Mengandung Kafein oleh Allison Aubrey. Morning Edition, National Public Radio, 24 September 2008. Morning Edition, Radio Publik Nasional, 24 September 2008.
19. ^ a b c “French ban on Red Bull (drink) upheld by European Court” . ^ a b c “larangan Perancis pada Red Bull (minuman) ditegakkan oleh Pengadilan Eropa” . Medicalnewstoday.com . http://www.medicalnewstoday.com/articles/5753.php . Medicalnewstoday.com. http://www.medicalnewstoday.com/articles/5753.php . Retrieved 2009-05-07 . Diperoleh 2009/05/07.
20. ^ “Pupils facing energy drink ‘ban'” . ^ “Murid menghadapi minuman energi ‘larangan'” . BBC News. BBC News. 2009-10-07 . http://news.bbc.co.uk/1/hi/england/sussex/8295914.stm . 2009/10/07. http://news.bbc.co.uk/1/hi/england/sussex/8295914.stm . Retrieved 2009-10-15 . Diperoleh 2009/10/15.
21. ^ Soda With Buzz Forbes, Kerry A. Dolan, 03.28.05 ^ Soda Dengan Buzz Forbes, Kerry A. Dolan, 03.28.05
22. ^ a b Mintel Energy Drink Report 2006, 07.05.06 ^ a b Mintel Laporan Minuman Energi 2006, 07.05.06
23. ^ Energy Drinks – Busting Your Health for the Buzz Newswise, Retrieved on September 21, 2008. ^ Energi Minuman – Busting Kesehatan Anda untuk Buzz Newswise, Diakses pada tanggal 21 September 2008.
24. ^ Ferreira SE, de Mello MT, Pompéia S, de Souza-Formigoni ML (2006). ^ Ferreira SE, de Mello MT, Pompéia S, de Souza-Formigoni ML (2006). “Effects of energy drink ingestion on alcohol intoxication”. Alcohol Clin Exp Res 30 (4): 598–605. doi : 10.1111/j.1530-0277.2006.00070.x . PMID 16573577 . “Dampak minuman konsumsi energi pada keracunan alkohol” Clin. Alkohol Exp Res 30 (4): 598-605. DOI : 10.1111/j.1530-0277.2006.00070.x . PMID 16573577 .
25. ^ “Energy Drinks: Ingredients, Dangers, Reviews, & Comparisons” . ^ Minuman Energi “: Bahan, Bahaya, Review, & Perbandingan” . Brianx.com . http://brianx.com/nightlife/energy-drinks.html . Brianx.com. http://brianx.com/nightlife/energy-drinks.html . Retrieved 2009-05-07 . Diperoleh 2009/05/07.
26. ^ O’Brien MC, McCoy TP, Rhodes SD, Wagoner A, Wolfson M (May 2008). ^ O’Brien MC, TP McCoy, Rhodes SD, Wagoner A Wolfson M, (Mei 2008). “Caffeinated cocktails: energy drink consumption, high-risk drinking, and alcohol-related consequences among college students”. Acad Emerg Med 15 (5): 453–60. doi : 10.1111/j.1553-2712.2008.00085.x . PMID 18439201 . “Koktail berkafein: konsumsi minuman energi, minum berisiko tinggi, dan yang berhubungan dengan konsekuensi alkohol kalangan mahasiswa” Pgl. Acad Med 15 (5): 453-60. DOI : 10.1111/j.1553-2712.2008.00085.x . PMID 18.439.201 .
27. ^ Morning Edition (2009-12-30). “What To Drink When You Want Less Energy” . ^ Morning Edition (2009/12/30). “Apa Untuk Minum Ketika Anda Ingin Energi Dikurangi” . NPR . http://www.npr.org/templates/story/story.php?storyId=122043011 . NPR. http://www.npr.org/templates/story/story.php?storyId=122043011 . Retrieved 2010-03-22 . Diperoleh 2010/03/22.

About these ads
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s